Kasih dan Doktrin

Pada tanggal 22 April 2020 malam, mantan ketua KTB (kelompok tumbuh bersama) di kampus saya mengomentari story saya di Instagram yang memromosikan tulisan saya di blog. Seperti yang seharusnya sudah Anda ketahui, sejak pertengahan tahun 2018 saya fokus menulis tentang sebuah organisasi lintas agama yang saya ikuti dulu. Dia mengirimkan pesan bahwa tidak ada gunanya saya posting tulisan seperti ini dan saya sebaiknya fokus perbaiki hidup dan biar orang lain yang melihat saya sebagai "Alkitab berjalan". Dia tidak setuju saya selama ini membongkar upaya penyesatan yang dilakukan oleh sebuah organisasi perdamaian lintas agama di Indonesia. Tidak hanya itu, dia juga menuduh saya kepahitan dan benci dengan kelompok tertentu.

Saya rasa saya tidak perlu lagi menjelaskan apa itu kasih. Semua orang termasuk orang-orang non Kristen tahu apa itu kasih. Saya akan menjelaskan apa itu doktrin. Menurut KBBI, doktrin memiliki arti "ajaran". Doktrin keselamatan berarti ajaran tentang keselamatan. Sayangnya kata "doktrin" seringkali dipandang negatif. Hal ini disebabkan kata "doktrin" adalah kata dasar dari "indoktrinasi" atau "didoktrin" dan kata "didoktrin" seringkali diartikan sebagai "dicuciotak". Tidak jarang orang-orang berkata bahwa kita tidak perlu membicarakan doktrin. Padahal mereka yang mengatakan demikian sebenarnya tanpa mereka sadari sudah terdoktrin untuk membenci doktrin. Gereja yang benar pasti menjunjung tinggi doktrin. Iblis saat ini menipu banyak orang Kristen agar memusuhi doktrin dan mendorongnya hanya fokus kepada kasih agar mudah dia sesatkan.

Saya sangat setuju orang Kristen harus memiliki kasih. Tanpa kasih, mau sebagus apapun doktrin yang kita sampaikan kepada orang lain akan "mental" karena orang lain sudah antipati terhadap diri kita. Kalau orang Kristen hanya fokus kepada kasih dan mengabaikan doktrin, apa bedanya orang Kristen dengan orang Buddhis yang terkenal penuh dengan welas asih? Di zaman sekarang ini hampir semua orang meyakini bahwa semua agama mengajarkan kebaikan. Mau sampai kapan kita terus fokus kepada kasih baru kemudian memberitakan kebenaran? Padahal Injil yang benar itu adalah sesuatu yang sangat darurat. Setiap hari di seluruh dunia pasti ada orang yang meninggal. Saya tidak berharap tetapi saya yakin pasti ada di antara mereka yang mati di hari itu yang berakhir masuk neraka.

Dia lalu bertanya : "Coba direnungkan lagi, Zes. Kira-kira apa yang Mozes bisa lakukan buat generasi muda dengan cara yang membuat orang merasakan damai sejahtera?" Yang paling penting bukan membuat orang lain merasa damai sejahtera melainkan membuat orang lain mengenal kebenaran. Apalah artinya orang lain merasakan damai yang semu tetapi tidak mengenal kebenaran. Jika dia tidak mengetahui dan menerima Injil yang benar, dia akan tetap berakhir di neraka. Kalau hanya ingin membuat orang lain merasa damai atau senang, itu perkara yang mudah. Cukup beritakan tentang kemakmuran, kesembuhan, atau kesaksian naik turun surga. Kalau konteksnya hubungan antar agama, cukup beritakan toleransi, perdamaian, atau persamaan-persamaan yang ada di dalam Kekristenan dan di dalam agama lain.

Yesus yang disebut "Raja Damai" sendiri berkata : "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang" (Matius 10 : 34). Di ayat-ayat berikutnya, Yesus mengatakan : "Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya." Apa yang dimaksud dengan "pedang"? Yang dimaksud "pedang" oleh Yesus adalah doktrin. Apa yang dikatakan Yesus ini benar-benar dialami oleh saudara-saudara kita dari latar belakang agama lain yang memutuskan untuk menjadi orang Kristen. Mereka rela diusir oleh keluarganya dan tidak diakui lagi oleh orangtuanya demi mengikut Kristus.

Memberitakan kebenaran dengan kasih tidak berarti kita tidak boleh menyatakan ajaran lain salah atau sesat. Kalau kita hanya memberitahu apa yang kita yakini benar, bisa saja orang lain yang mendengarkan akan berpikir : "Oh ya itu benar tapi ajaran itu benar bukan berarti ajaran yang saya yakini salah kan?" Patut kita ketahui, hari ini tidak sedikit orang yang memiliki pemikiran bahwa kebenaran itu bersifat relatif. Orang-orang Kristen pada umumnya memakai kisah wanita yang kedapatan berzinah (Yohanes 8 : 2-11) sebagai dalih agar kita tidak menghakimi orang lain. Di sisi lain, Yesus juga menghakimi kesesatan orang-orang Saduki dalam Markus 12 : 24-27.

"Jawab Yesus kepada mereka: Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!"

Yesus tidak bertentangan dengan perkataan-Nya sendiri. Barangsiapa memiliki hikmat tentu dapat memahami perbedaannya. Yesus memberikan contoh bahwa kita tidak boleh menghakimi perbuatan tetapi kita harus menghakimi ajaran atau doktrin. Misalnya Anda memiliki kawan seorang pecinta sesama jenis. Anda seharusnya mendoakan dan menasehatinya dan tidak mengumbar aibnya di depan banyak orang. Berbeda halnya jika misalnya kawan Anda mengaku sebagai "hamba Tuhan" tetapi dia mengajarkan bahwa pernikahan sesama jenis tidak dilarang oleh Alkitab ke jemaat apalagi menyampaikannya di atas mimbar gereja. Anda harus peringatkan para jemaat agar tidak mengikuti ajaran yang dibawakan oleh orang ini meskipun dia adalah kawan Anda.

Para bapa gereja juga tidak tinggal diam ketika melihat adanya ajaran sesat yang berkembang. Sejarah mencatat para bapa gereja melawan ajaran sesat Arianisme yang muncul pada abad ke-4 Masehi. Presbiter Arius dari Alexandria mengajarkan doktrin bahwa Yesus Kristus tidak sehakekat dengan Allah Bapa. Allah Putra dikatakannya memiliki awal karena merupakan ciptaan pertama dari Allah Bapa sebelum segala sesuatu diciptakan. Dengan perantara Kaisar Konstantinus I yang sudah memeluk agama Kristen, para bapa gereja mengadakan konsili di Nicea pada tahun 325. Saat tulisan-tulisan Arius dibacakan, hampir semua tulisan Arius dipandang sebagai penghujatan dan ajaran Arius dinyatakan sesat. Arius beserta dua uskup pendukungnya, Teonas dan Sekundus, diasingkan ke Iliria dan diekskomunikasi dari gereja. Semua karya tulis Arius diperintahkan untuk dibakar dan para pengikutnya dianggap musuh-musuh Kekristenan oleh para bapa gereja.

Kemudian dia berkata lagi : "Kalau Mozes merasa satu golongan tertentu salah, ya sudah. Kebenaran tidak butuh pembenaran." Kalau kebenaran tidak butuh pembenaran, lalu buat apa Esra Alfred Soru, Louis Budi Prasetyo, Deky Hidnas Yan Nggadas, dan sebagainya bikin video-video di Youtube meng-counter ceramah tokoh-tokoh agama sebelah tentang Kekristenan? Kalau cukup dengan menjadi pribadi yang penuh kasih maka orang-orang dengan sendirinya akan mengenal Kristus, buat apa coba William Carey berlayar jauh-jauh dari Inggris ke India untuk menginjil? Apakah mereka kurang kerjaan? Mereka rela meluangkan waktu untuk melakukan itu semua tentu saja karena kebenaran harus diberitakan. Murid-murid Yesus juga tidak tinggal di Yerusalem dan menunggu orang lain datang kepada mereka. Mereka pergi berpencar ke berbagai bangsa untuk memberitakan Injil.

Kalau benar bahwa kita cukup menjadi pribadi yang penuh kasih maka orang lain akan tertarik mengikuti ajaran kita, maka hari ini lebih dari 50% orang di seluruh dunia seharusnya sudah menjadi pengikut Siddhartha Gautama. Kita harus mengakui bahwa para pengikut Siddhartha Gautama justru yang dikenal oleh dunia penuh welas asih. Sebagai seorang yang mendalami sejarah, saya harus mengakui sejarah Kekristenan dan Islam penuh dengan pertumpahan darah. Namun fakta menunjukkan lebih dari 50% populasi dunia menganut dua agama ini. Mengapa lebih dari 50% populasi dunia justru memilih Kekristenan dan Islam sebagai agama mereka bukan Buddhisme? Karena mereka tidak setuju dengan doktrin-doktrin Buddha. Walau begitu, saya tidak menyangkal ada sebagian orang Kristen dan Muslim yang memutuskan untuk menganut agama Buddha karena menurut mereka Buddhisme adalah ajaran yang penuh damai.

Kembali ke percakapan saya dengannya, kemudian saya bandingkan apakah orang-orang seperti David Wood, Nabeel Qureshi, dan Bedjo Lie juga adalah orang-orang yang penuh dengan kebencian karena terus-menerus membongkar kelakuan nabi dan ayat kitab suci agama lain. Bedjo Lie, seorang apologet Kristen Indonesia, adalah salah satu mantan dosen agama sekaligus kepala pusat kerohanian di kampus saya. Dia jawab : "Yang kamu lakukan dan Ko Cuncun lakukan itu beda." "Ko Cuncun" merupakan panggilan akrab anak-anak Pelayanan Mahasiswa terhadap Bedjo Lie. Lalu saya bertanya balik kepadanya : "Bedanya di mana? Silakan dijelaskan." Dia hanya menjawab : "Bukan dengan kebencian." Lalu bagaimana dia bisa tahu ini pemberitaan kebenaran yang dengan kebencian dan itu pemberitaan kebenaran yang tanpa kebencian? Dia tidak bisa menjelaskan apa bedanya.

Saya memang awalnya membenci mereka. Namun melalui pengalaman pahit itulah saya kini merasakan damai sejahtera. Seperti apa yang dialami oleh Yusuf dalam Kejadian 50 : 20, mereka yang mengaku "pembawa damai" ini mereka-rekakan hal yang jahat terhadap diri saya tetapi Tuhan mereka-rekakan sesuatu untuk kebaikan, dengan maksud memelihara anak-anak Kristen dari bahaya penyesatan mereka. Mata saya dicelikkan oleh Tuhan dan saya menyadari bahwa mereka sedang menyatukan Kekristenan dan Islam. Walaupun saya sudah mengampuni mereka, saya tetap akan menulis tentang mereka. Saya tetap akan mengatakan bahwa mereka sesat. Saya menulis ini semua justru karena saya peduli akan keselamatan jiwa-jiwa khususnya para mahasiswa di kampus saya sendiri. Saya tidak mau ada anak-anak Kristen yang jatuh ke dalam kesesatan organisasi tersebut seperti saya dulu.

Singkat cerita, mantan ketua KTB ini unfollow akun Instagram saya setelah beradu argumentasi dengan saya. Lalu saya katakan dengan tegas kepadanya melalui Whatsapp sikapnya ini kekanak-kanakan karena mudah sekali main unfollow ketika orang lain tidak sepaham dengannya apalagi untuk seseorang yang sudah berumahtangga. Keesokan harinya, dia pun berdalih dia meng-unfollow saya karena dia tidak tertarik mengikuti aktivitas saya. Kalau memang sudah tidak tertarik mengikuti aktivitas saya, mengapa dia tidak unfollow dari dulu? Saya tahu ini adalah risiko dari menyampaikan kebenaran. Dia meminta saya menjadi "Alkitab berjalan" tetapi dia tidak mau terima ketika saya sodorkan pernyataan-pernyataan Alkitab. Jadi benarlah perkataan 2 Timotius 4 : 3 ini :

"Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya."

Saya mengakui dan mengatakan kepada mantan ketua KTB saya bahwa dia adalah pribadi yang baik tetapi sayangnya naif. Dia tulus seperti merpati tetapi tidak cerdik seperti ular. Wahyu 2 : 9 berkata : "Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu — namun engkau kaya — dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis." Sama seperti orang-orang Yahudi pada zaman para rasul, hari ini tidak sedikit orang Kristen yang juga dipakai oleh Iblis. Saya tahu mantan ketua KTB saya ini telah dipakai oleh Iblis untuk menggagalkan saya menyampaikan kebenaran. Seorang pengikut Iblis tidak harus seorang satanis atau penyembah setan. Orang Kristen pun bisa dipakai untuk menjalankan agenda Iblis. Barangsiapa menjalankan agenda Iblis, dia adalah jemaah Iblis.

Saudara-saudara yang terkasih di dalam Yesus Kristus, orang Kristen harus memiliki kasih. Namun kita harus mengetahui bahwa kasih tidak dapat menyelamatkan orang lain dari kematian kekal. Doktrin yang benar atau lebih tepatnya Injil yang benarlah yang dapat menyelamatkan orang lain dari kematian kekal. Pemikiran macam mantan ketua KTB saya inilah yang membuat Kekristenan di Eropa hari ini sungguh menyedihkan. Jangankan bicara doktrin, orang Kristen yang masih ibadah tiap Minggu di gereja saja sudah tinggal sedikit. Banyak dari antara mereka yang berpikir menjadi orang yang baik sudah cukup. Hanya butuh 10 hingga 20 tahun lagi Eropa menjadi benua Muslim atau benua ateis. Sebagai penutup pembicaraan saya dengan mantan ketua KTB saya, saya katakan kepadanya bahwa saya mendoakan supaya Tuhan menengking roh kasih palsu yang ada di dalam diri-Nya dan matanya dicelikkan sehingga dapat melihat kebenaran.

Upaya Memanipulasi Alkitab Sebagai Kitab Suci Orang Kristen

Alkitab merupakan sebuah kitab yang terdiri dari kitab-kitab yang dikumpulkan menjadi satu kitab. Secara historis, Alkitab ditulis oleh kurang lebih 40 penulis dari latar belakang yang berbeda-beda dan ditulis dalam jangka waktu kurang lebih 15 abad. Proses mengumpulkan kitab-kitab yang tersebar dan menguji keotoritatifan kitab-kitab tersebut untuk dihimpun menjadi sebuah kitab disebut "kanonisasi". Secara struktural, Alkitab terdiri dari 66 kitab dan setiap kitab terdiri dari beberapa pasal dan setiap pasal terdiri dari beberapa ayat. Struktur Alkitab berbeda dengan Alquran yang terdiri dari 114 surah dan setiap surah terdiri dari beberapa ayat. Secara garis besar, Alkitab terbagi menjadi dua bagian : Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hampir semua kitab dalam Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan beberapa kitab ditulis dalam bahasa Aram sedangkan kitab-kitab dalam Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.

Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia

Sebuah organisasi pemuda lintas agama di Indonesia setiap kali mengadakan peace camp membagikan Kitab Suci Taurat dan Kitab Suci Injil kepada mahasiswa-mahasiswa Muslim dan Kristen. Isi KST dan KSI didasarkan pada hasil terjemahan William Girdlestone Shellabear pada tahun 1912 dan diterbitkan ulang oleh Paguyuban Pelestari Terjemahan 1912. Mengapa kedua kitab tersebut dinamai "Kitab Suci Taurat" dan "Kitab Suci Injil"? Orang-orang Muslim meyakini bahwa sebelum diturunkannya Alquran sebagai kitab terakhir, Allah menurunkan sejumlah kitab kepada umat manusia. Tiga di antaranya yang wajib diketahui adalah Taurat, Zabur, dan Injil. Itulah sebabnya mereka tidak mendistribusikan Alkitab, melainkan KST dan KSI, dengan alasan agar terlihat kontekstual. Kitab Zabur akan saya bahas sedikit di bawah. Lalu apakah isi KST dan KSI sama dengan isi Alkitab? Tentu saja tidak.

Kitab Suci Taurat dan Kitab Suci Injil

Dari sisi jumlah kitab, jumlah kitab dalam KST dan KSI secara keseluruhan jauh lebih sedikit daripada jumlah kitab dalam Alkitab. Agar tulisan ini tidak terlalu panjang, saya hanya menuliskan daftar kitab yang kanonik menurut Protestan dan Katolik. Gereja-gereja yang berkembang di Indonesia selama berabad-abad adalah gereja-gereja Barat (Protestan dan Katolik), bukan gereja-gereja Timur (Ortodoks Timur, Ortodoks Oriental, Asiria Timur), sehingga kanonisasi Alkitab gereja-gereja Timur kurang relevan untuk ditulis dalam tulisan ini. Gereja-gereja Timur baru berkembang di Indonesia belakangan ini. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Alkitab dibagi menjadi dua bagian. Perjanjian Lama terdiri dari 39 kitab dan Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab.

Berikut adalah daftar kitab dalam Perjanjian Lama :
1. Kejadian
2. Keluaran
3. Imamat
4. Bilangan
5. Ulangan
6. Yosua
7. Hakim-Hakim
8. Rut
9. 1 Samuel
10. 2 Samuel
11. 1 Raja-Raja
12. 2 Raja-Raja
13. 1 Tawarikh
14. 2 Tawarikh
15. Ezra
16. Nehemia
17. Ester
18. Ayub
19. Mazmur
20. Amsal
21. Pengkhotbah
22. Kidung Agung
23. Yesaya
24. Yeremia
25. Ratapan
26. Yehezkiel
27. Daniel
28. Hosea
29. Yoel
30. Amos
31. Obaja
32. Yunus
33. Mikha
34. Nahum
35. Habakuk
36. Zefanya
37. Hagai
38. Zakharia
39. Maleakhi

Berikut adalah daftar kitab dalam Perjanjian Baru :
1. Matius
2. Markus
3. Lukas
4. Yohanes
5. Kisah Para Rasul
6. Roma
7. 1 Korintus
8. 2 Korintus
9. Galatia
10. Efesus
11. Filipi
12. Kolose
13. 1 Tesalonika
14. 2 Tesalonika
15. 1 Timotius
16. 2 Timotius
17. Titus
18. Filemon
19. Ibrani
20. Yakobus
21. 1 Petrus
22. 2 Petrus
23. 1 Yohanes
24. 2 Yohanes
25. 3 Yohanes
26. Yudas
27. Wahyu

Terdapat perbedaan antara kanonisasi Alkitab Protestan dan kanonisasi Alkitab Katolik. Gereja Katolik memasukkan 9 kitab yang disebut kitab "Deuterokanonika". Tulisan ini tidak membahas alasan penolakan kaum Protestan terhadap 9 kitab Deuterokanonika. Sembilan kitab tersebut yaitu :
1. Tobit
2. Yudit
3. Tambahan Ester
4. Kebijaksanaan Salomo
5. Yesus bin Sirakh
6. Barukh
7. Tambahan Daniel
8. 1 Makabe
9. 2 Makabe

Alkitab Deuterokanonika terbitan Lembaga Alkitab Indonesia

Jumlah kitab pada KSI memang sesuai dengan Perjanjian Baru yakni 27 kitab. Akan tetapi, yang disebut sebagai kitab Injil sebenarnya hanya 4 kitab pertama Perjanjian Baru : Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Kisah Para Rasul adalah kitab sejarah, Roma hingga Yudas adalah surat-surat rasul, dan yang terakhir adalah kitab wahyu. Kehadiran KSI ini justru merancukan istilah "Injil" dan "Perjanjian Baru". Ini sama halnya dengan peta negara Indonesia ditulis dengan judul "Bali". Supaya peta Indonesia terlihat menarik bagi para wisatawan asing, nama negara Indonesia diganti "Bali" karena wisatawan-wisatawan asing tersebut lebih familiar dengan nama "Bali". Padahal Bali hanyalah salah satu pulau di dalam negara Indonesia. Ini adalah sebuah pembodohan!

Lebih parah daripada KSI, jumlah kitab dalam KST hanya terdiri dari 5 kitab : Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan. Memang betul kitab Taurat hanya terdiri dari 5 kitab. Akan tetapi, jumlah kitab Perjanjian Lama sebenarnya terdiri dari 39 kitab. Beberapa Pengikut Isa dalam organisasi lintas agama juga memiliki kitab Zabur berwarna hitam. Mereka meyakini kitab Zabur yang tertulis di dalam Alquran adalah kitab Mazmur yang ada di dalam Alkitab. Jadi secara keseluruhan hanya ada 6 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Lalu di manakah 33 kitab lainnya? Isi Alkitab pun mereka korting agar terlihat sesuai dengan keyakinan orang Muslim. Sebegitu kurang ajarnya mereka terhadap Firman Tuhan!

Kitab Zabur yang digunakan oleh para Pengikut Isa untuk melakukan ritual Doa Zabur (ritual ciptaan mereka yang tidak ada dasar teologis dan historisnya)

Dari sisi terjemahan, nama-nama tokoh di dalam Alkitab banyak yang berbeda dengan nama-nama tokoh di dalam KST dan KSI. Nama-nama tokoh di dalam Alkitab lebih dekat dengan bahasa aslinya, contohnya Yesus dengan Iesous (Ἰησοῦς), Abraham dengan Avraham (אברהם), dan Salomo dengan Shlomoh (שׁלמה). Nama-nama tokoh di dalam KST dan KSI disesuaikan dengan nama-nama nabi Islam seperti Yesus menjadi Isa, Abraham menjadi Ibrahim, atau Salomo menjadi Sulaiman. Salah seorang anggota Katolik dari organisasi lintas agama tersebut menemukan adanya terjemahan yang bermasalah dari KSI. Ayat yang terjemahannya bermasalah tersebut adalah Lukas 24 : 50. Berikut terjemahan Kitab Suci Injil pada Lukas 24 : 50.

"Lalu Isa membawa mereka keluar kota sampai dekat Baitani. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memohonkan berkah bagi mereka."

Bandingkan dengan Alkitab Terjemahan Baru LAI.

"Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka."

Perhatikan pada kata "memohonkan berkah bagi mereka" pada KSI dan "memberkati mereka" pada Alkitab. Di dalam bahasa aslinya sendiri tertulis eulogesen (εὐλόγησεν) dari kata dasar eulogeo (εὐλογέω) yang berarti "memberkati". Memohonkan berkah dan memberkati adalah dua hal yang berbeda. Memohonkan berkah berarti Isa meminta oknum lain untuk memberkati mereka, bukan Isa sendiri, sedangkan memberkati berarti Yesus sendirilah yang memberkati murid-murid-Nya. Kata-kata "memohonkan berkah" ini merupakan kesalahan penerjemahan yang mengandung "kecelakaan teologis". Saya katakan "kecelakaan teologis" karena mengurangi atau menghilangkan sisi ketuhanan Yesus.

Mari kita lihat ayat lainnya. Berikut terjemahan Kitab Suci Injil pada Yahya (Yohanes) 1 : 17.

"Karena hukum Taurat, yaitu hukum yang terdapat dalam Kitab Suci Taurat, disampaikan melalui Nabi Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Isa Al Masih."

Bandingkan dengan Alkitab Terjemahan Baru LAI.

"sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus."

Bandingkan dengan King James Version.

"For the law was given by Moses, but grace and truth came by Jesus Christ."

Dalam bahasa Yunaninya tertulis nomos (νόμος) yang berarti "hukum". Terjemahan Baru LAI menambahkan kata "Taurat" untuk memerjelas hukum yang dimaksud. Terjemahan KSI lebih parah. Pada terjemahan KSI terdapat tambahan kata-kata "yaitu hukum yang terdapat dalam Kitab Suci Taurat". Padahal dalam teks aslinya dan terjemahan lainnya tidak disebutkan hukum tersebut ditulis di mana. Penerjemah KSI dengan seenaknya menambahi kata-kata "yaitu hukum yang terdapat dalam Kitab Suci Taurat" yang sebenarnya dari segi bahasa juga terdengar bertele-tele. Mungkinkah sang penerjemah bermaksud ingin memromosikan kitab suci lain hasil terjemahannya?

Para petinggi organisasi lintas agama yang pernah saya ikuti ini juga menghindari penggunaan kata "Alkitab" atau "Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru". Mereka memilih untuk menggunakan istilah "Taurat dan Injil" dengan alasan bisa dimengerti oleh teman-teman Muslim. Padahal istilah "Perjanjian Lama" dan "Perjanjian Baru" memiliki makna yang sangat dalam! Kejadian sampai Maleakhi disebut "Perjanjian Lama" karena berisi janji Tuhan terhadap umat manusia untuk mengirimkan juruselamat yang akan menebus dosa seluruh umat manusia. Matius sampai Wahyu disebut "Perjanjian Baru" karena berisi penggenapan janji Tuhan di Perjanjian Lama dan perjanjian tersebut diperbarui di Perjanjian Baru setelah datangnya sang juruselamat. Jika Alkitab sebagai dasar kebenaran saja berani mereka manipulasi, maka jangan heran mereka juga berani menciptakan ajaran-ajaran ngawur yang tidak sesuai dengan Alkitab.

Seorang pembina regional menggunakan istilah "Taurat dan Injil" sebagai kata ganti "Alkitab"

Penggunaan KST dan KSI oleh organisasi lintas agama ini justru dapat menjadi "batu sandungan" bagi kawan-kawan Muslim. Mereka datang untuk mengenal Kekristenan yang asli tetapi mereka justru diperkenalkan Kekristenan yang palsu atau Kekristenan rasa Islami. Tidak sedikit orang Muslim yang mengira KST dan KSI ini adalah dua kitab yang dibaca dan dibawa ke gereja oleh umat Kristen. Bagi para pembaca Muslim yang memiliki KST dan KSI, silakan coba ajak kawan Kristen Anda yang tidak terlibat organisasi lintas agama manapun untuk membaca kitab suci bersama. Saya yakin kawan Kristen Anda akan merasa heran dengan kitab yang Anda baca. Hampir semua orang Kristen di Indonesia menggunakan Alkitab Terjemahan Baru LAI. Orang Katolik yang menemukan kesalahan terjemahan KSI di atas juga bercerita kepada saya bahwa ada seorang kawan Muslim yang mencari sebuah ayat tetapi ia tidak berhasil menemukan karena ia mencarinya di KST dan KSI. Begitu disodorkan Alkitab Terjemahan Baru LAI, masalah kawan Muslim inipun beres seketika.

Salah seorang anggota Muslim yang awam tentang Kekristenan mengira kitab suci umat Kristen adalah Taurat dan Injil

Saya melalui tulisan ini ingin memerkenalkan Alkitab sebagai kitab suci umat Kristen yang sesungguhnya, khususnya kepada para pembaca Muslim yang mengira kita suci orang Kristen adalah Taurat dan Injil. Alkitab tidak hanya terdiri dari Taurat dan Injil tetapi juga kitab-kitab para nabi, kitab-kitab sejarah, kitab-kitab puisi, surat-surat para rasul, dan kitab wahyu. Bagi Anda yang Muslim, kalau Anda sudah tahu apa itu Alkitab, Anda jangan mau disodori KST dan KSI. Jangan biarkan diri Anda dibodohi! KST dan KSI merupakan bentuk manipulasi isi Alkitab. Bagi Anda yang Kristen, kalau Anda adalah orang Kristen yang cinta kebenaran, Anda seharusnya menolak menggunakan KST dan KSI sekalipun Anda akan dituduh mengkhianati "Amanat Agung". "Amanat Agung" yang mereka jalankan adalah Amanat Agung palsu! Saya menghimbau setiap orang Kristen untuk melakukan penginjilan dengan jujur tanpa kepalsuan. KST dan KSI tidak sama dengan Alkitab. Sebagai penutup, saya kutip perkataan Rasul Yohanes dalam Wahyu 22 : 18-19 :

"Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

15 Perbedaan Seputar Yesus Kristus dan Isa Almasih

Saya dulu pernah aktif di sebuah organisasi lintas agama yang terdiri dari para pemuda Muslim dan pemuda Kristen, kecuali pendiri serta beberapa petinggi organisasi yang sudah menikah dan cukup berumur. Para petinggi organisasi lintas agama yang mengklaim diri "Kristen" ini sering menggunakan nama "Isa Almasih" untuk menyebut Yesus Kristus. Penggunaan nama "Isa" sebagai pengganti nama "Yesus" mengundang kontroversi baik di kalangan Kristen maupun kalangan Muslim. Mereka yang saya juluki "Pengikut Isa" ini bersikukuh bahwa Isa yang ada di dalam Alquran adalah Yesus yang ada di dalam Alkitab dan mereka juga menggunakan ayat-ayat Alquran untuk mendukung keyakinan mereka. Saya masih ingat ketika saya dan beberapa kawan kampus saya dulu setiap minggu mengadakan KTB bersama Pak AJ (pendiri organisasi lintas agama tersebut) di ruang BEM, beliau mengajarkan kami untuk berdoa dengan menghilangkan kata "Tuhan Yesus" dan menggantinya dengan kata "Isa junjungan kami".

Salah satu pihak dari kalangan Muslim yang menentang penggunaan kata "Isa" oleh organisasi lintas agama ini adalah The Yeshiva Institute, sebuah kelompok kajian yang fokus mengaji hubungan Islam dan Yudaisme. Menurut Dr. Mochamad Ali, pendiri TYI sekaligus dosen senior di Universitas Airlangga, organisasi lintas agama tersebut memiliki tujuan merusak akidah Islam melalui pengaburan identitas sehingga umat Islam tidak merasa "alergi" dengan mereka. Istilah-istilah dalam Kekristenan mereka ganti dengan istilah-istilah khas Islam atau Alquran, seperti "Yesus" diganti "Isa", "Kristen" diganti "Nasrani", dan "Alkitab" diganti "Taurat dan Injil". Selain meresahkan umat agama lain, apa yang mereka lakukan memiliki konsekuensi teologis seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya. (Baca artikel sebelumnya : https://mozesadiguna95.blogspot.com/2018/07/pantaskah-orang-kristen-menyebut-yesus.html)

Maka dari itu, di saat mereka mencoba mencari persamaan-persamaan antara Islam dengan Kekristenan, saya justru menunjukkan perbedaan-perbedaan antara Islam dengan Kekristenan. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas perbedaan-perbedaan antara Isa di dalam Alquran dan hadits dan Yesus di dalam Alkitab. Saya telah menemukan 15 perbedaan antara Yesus Kristus dalam Alkitab dan Isa Almasih dalam Alquran dan hadits. Sumber ayat Alkitab dan Alquran serta hadits dalam tulisan ini saya tulis cetak miring. Agar tulisan ini tidak terlalu panjang, bahasa asli dari ayat yang bersangkutan tidak saya cantumkan. Berikut adalah perbedaan-perbedaan Isa dan Yesus mulai dari hal yang kecil hingga fundamental :

1. Sebelum Kelahiran

Maria, ibu Yesus, sebelumnya tinggal di Galilea dan tidak tinggal bersama Imam Zakharia.


Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (Lukas 1 : 26-27)

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. (Lukas 1 : 39-40)

Maryam, ibu Isa, sebelumnya tinggal di Baitul Maqdis dan tinggal bersama Nabi Zakariya.


Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah." Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. (QS 3 : 37)

2. Kelahiran


Yesus dilahirkan di kandang domba.

dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. (Lukas 2 : 7)

Isa dilahirkan di bawah pohon kurma.

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan." (QS 19 : 23)

3. Status Ibu


Maria sudah bertunangan dengan Yusuf sebelumnya dan telah menikah saat Yesus dilahirkan.


Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. (Matius 1 : 24-25)

Maryam tetap berstatus sebagai seorang lajang hingga Isa dilahirkan.


Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina," (QS 19 : 27-28)

Status Maryam sebagai lajang hingga Isa dilahirkan dibuktikan dengan munculnya tuduhan bahwa Maryam telah berzinah. Andaikata Maryam telah menikah, masyarakat tidak akan menuduh Maryam demikian. Andaikata Maryam masih bertunangan, tunangan Maryam seharusnya ada di sana membela tunangannya dari fitnah-fitnah yang ditujukan kepadanya.

4. Nasab

Yesus sering disebut "Yesus putra Yusuf".

Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli, (Lukas 3 : 23)

Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." (Yohanes 1 : 45)

Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapa-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?" (Yohanes 6 : 42)

Isa sering disebut "Isa putra Maryam".

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (QS 5 : 46)

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. (QS 33 : 7)

Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (QS 57 : 27)

Di dalam Alquran dan kitab-kitab Islam lainnya, Isa tidak pernah disebut "Isa putra Yusuf". Penyebutan nasab melalui ibu bagi masyarakat Yahudi adalah sebutan yang negatif. Seseorang yang nasabnya melalui ibu menunjukkan bahwa orang tersebut adalah anak haram karena tidak diketahui siapa ayahnya. Orang Kristen tidak sepantasnya menyebut Yesus dengan sebutan "Yesus putra Maria" karena itu tidak menghargai Yusuf sebagai seorang ayah. Orang Muslim menyebut Isa dengan sebutan "Isa putra Maryam" karena mereka percaya bahwa Maryam tidak menikah.

5. Waktu Bayi

Bayi Yesus tidak melakukan mujizat apapun.

Bayi Isa dapat berbicara kepada orang-orang yang memfitnah Maryam telah berbuat zinah.


maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?" Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (QS 19 : 29-34)

6. Mujizat Pertama

Mujizat Yesus yang pertama adalah mengubah air menjadi anggur dalam sebuah pesta perkawinan di Kana.


Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. (Yohanes 2 : 11)

Mujizat Isa yang pertama adalah berbicara ketika masih bayi. (QS 19 : 29-34)

Orang Kristen sejati tidak akan percaya peristiwa bayi Isa yang dapat berbicara. Kemudian Isa melakukan mujizat kedua pada saat masih kanak-kanak yakni meniup burung-burung yang terbuat dari tanah menjadi burung hidup (QS 5 : 110). Yesus yang diyakini orang Kristen tidak pernah melakukan mujizat sebelum berusia 30 tahun.

7. Permintaan Bukti

Filipus meminta bukti kepada Yesus dengan ditunjukkannya Bapa kepada mereka agar mereka semakin percaya kepada Yesus.

Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." (Yohanes 14 : 8)

Hawariyyun (sahabat-sahabat Isa) meminta bukti kepada Isa dengan diturunkannya hidangan dari langit agar mereka semakin percaya kepada Isa.


(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: "Hai Isa putra Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?" Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman." Mereka berkata: "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tentram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu." (QS 5 : 112-113)

8. Injil

Injil versi Kekristenan belum ada ketika Yesus hidup dan baru ditulis beberapa tahun setelah wafatnya Yesus Kristus.

Injil versi Islam sudah ada ketika Isa lahir kemudian diajarkan kepada Isa oleh Allah.


Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. (QS 3 : 48)

9. Misi

Yesus diutus sebagai juruselamat untuk seluruh umat manusia di sepanjang zaman.


Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28 : 18-20)

Isa diutus sebagai nabi hanya untuk bani Israil.


Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail (QS 43 : 59)

10. Penyaliban

Yesus mati disalibkan.


Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing. Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan. Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: "Raja orang Yahudi". Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. (Markus 15 : 24-27)

Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Mereka menerima Yesus. Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah. (Yohanes 19 : 16-18)

Isa tidak mati disalibkan melainkan orang lain yang fisiknya diserupakan dengan Isa.


dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (QS 4 : 157)

11. Kenaikan

Yesus naik ke sorga setelah memberitakan perintah terakhir kepada para muridNya untuk menjadi saksi Kristus sampai ke ujung bumi.


Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." (Kisah Para Rasul 1 : 6-11)

Isa diangkat oleh Allah dibawa kabur dari orang-orang yang hendak menyalibkannya.

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 4 : 158)

12. Kedatangan Kembali

Yesus turun di Bukit Zaitun di sebelah timur Yerusalem.


Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat, sehingga terjadi suatu lembah yang sangat besar; setengah dari bukit itu akan bergeser ke utara dan setengah lagi ke selatan. (Zakharia 14 : 4)

Isa turun di Menara Putih di sebelah timur Damaskus.


Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan zafaran) seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetes. Bila ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau nafasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga. (HR Muslim no. 2937)

13. Keilahian

Yesus mengonfirmasi bahwa diriNya adalah Tuhan.


Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. (Yohanes 13 : 13)

Isa menyangkal bahwa dirinya adalah Tuhan.

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib." (QS 5 : 116)

14. Asal Usul

Yesus adalah Firman yang menjadi manusia melalui Roh Kudus sebagai perantara.


Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1 : 14)

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. (Matius 1 : 18)

Isa adalah Roh yang menjadi manusia melalui Firman-Nya sebagai perantara.


Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (QS 21 : 91)

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia. (QS 3 : 59)

Yesus menurut Kekristenan adalah Firman yang menjadi manusia sedangkan Isa menurut Islam adalah Roh yang berasal dari Allah yang menjadi manusia. Maria mengandung disebabkan oleh Roh Kudus sedangkan Maryam mengandung disebabkan oleh Firman Allah "Jadilah!" Yesus bukan Roh Kudus. Jangan terjebak dengan konsep Modalisme! Jangan percaya dengan perkataan orang-orang yang memakai ayat-ayat Alquran bahwa Isa adalah Ruhullah untuk membuktikan Isa adalah Tuhan! Walaupun Yesus dan Roh Kudus adalah kesatuan dalam Tritunggal, keduanya tetap merupakan pribadi yang berbeda.

15. Sosok yang Dijanjikan Akan Datang

Yesus menjanjikan akan datangnya Roh Kebenaran atau Roh Kudus sesudah Yesus naik ke sorga.

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. (Yohanes 14 : 16-17)

Isa menjanjikan akan datangnya seorang rasul sesudah Isa yang bernama Ahmad.


Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS 61 : 6)

Kita sudah lihat bersama ada begitu banyak perbedaan antara Yesus dan Isa yang tidak dapat direkonsiliasi. Namun mereka tetap saja bersikukuh bahwa Yesus dan Isa adalah pribadi yang sama. Andaikata mereka akhirnya meyakini bahwa Yesus dan Isa adalah dua hal yang berbeda, saya yakin mereka akan berdalih bahwa nama Isa digunakan untuk menjembatani perbedaan antara Islam dan Kekristenan. Ini justru akan membuat baik orang Kristen dan orang Muslim jatuh ke dalam penyatuan agama dan memang dapat dikatakan organisasi ini berjalan ke arah sana. Mereka sering berbicara bahwa setiap orang Kristen dipanggil oleh Tuhan untuk menjalankan Amanat Agung. Namun apa yang mereka lakukan justru mendukakan hati Tuhan.

Ketika saya jelaskan perkara Isa dan Yesus dalam grup Mediasi, Pak IP (pembina regional Jawa Timur) mengatakan bahwa beliau dan beberapa orang lainnya meyakini nama Isa adalah nama yang punya kuasa. Seseorang yang selama ini suka menghakimi gereja-gereja dan orang-orang Kristen pun kini meminta dirinya sendiri tidak dihakimi dan bertindak play victim (bersikap seolah dirinya adalah korban padahal dirinya adalah pemicu konflik itu sendiri). Saya juga tidak berhak memaksa beliau untuk mengikuti keyakinan saya tetapi saya punya hak untuk menyatakan bahwa apa yang ia yakini tidak sesuai dengan Alkitab. Alkitab menyatakan bahwa nama Yesus atau Yasua (يسوع) atau Iesous (Ἰησοῦς) atau Yeshua (ישׁוע‎) adalah nama di atas segala nama dan dalam nama Yesus segala makhluk bertekuk lutut dan segala lidah mengaku "Yesus Kristus adalah Tuhan" (Filipi 2 : 9-11). Itu artinya nama Yesus adalah nama yang paling berkuasa di antara semua nama!

Pernyataan Pak IP bahwa beliau meyakini nama Isa memiliki kuasa dan tidak mau dihakimi

Tidak hanya orang Kristen, orang-orang di berbagai belahan dunia pun mengaku merasa ada kuasa ketika mereka berdoa kepada dewa A atau dewa B. Lantas ketika kita sembuh dari penyakit dengan berdoa atau memohon kesembuhan kepada dewa tertentu berarti dewa tersebut adalah tuhan yang benar? Bukankah setan pun dapat melakukan demikian? Di akhir zaman akan ada orang-orang yang memberitakan Yesus yang lain atau memberikan roh yang lain atau Injil yang lain (2 Korintus 11 : 4) dan para nabi palsu juga dapat melakukan mujizat (Matius 24 : 24). Selain itu, Pak AJ sebagai atasan Pak IP juga menolak dan mendorong bahkan memaksa orang-orang Kristen untuk tidak menyebut "Tuhan Yesus". Maka dari itu, melalui tulisan ini, saya menyatakan bahwa Pak AJ sebagai pendiri organisasi lintas agama, Pak IP sebagai pembina regional Jawa Timur, dan JS sebagai ketua tingkat nasional pengganti Pak AJ, tidak dapat lagi disebut sebagai "Kristen" bahkan mereka dapat disebut termasuk golongan "Antikristus".

Yahudi dan Kristen : Kaum Beriman atau Kaum Kafir?

Organisasi lintas agama yang dulu saya ikuti sering mengundang Asisten Profesor Mun'im Sirry sebagai pembicara dalam konferensi nasional. Tulisan-tulisan beliau di Geo Times juga sering dibagikan di grup Whatsapp organisasi. Asisten profesor Fakultas Teologi Universitas Notre Dame, Amerika Serikat, ini sangat disukai oleh orang-orang "Kristen" dan sebagian besar orang Muslim di organisasi saya. Pendapatnya sering dijadikan rujukan oleh Pak AJ, pendiri organisasi perdamaian lintas agama tersebut. Mun'im Sirry memiliki pandangan berbeda dari kebanyakan ulama. Berdasarkan penuturan Pak AJ ketika berbincang-bincang dengan saya di McDonald's di tahun 2015, beliau sebagai seorang Muslim meyakini Isa disalibkan, Ishaq adalah anak yang akan dikorbankan oleh Ibrahim, dan peristiwa Isra Miraj hanyalah mimpi.

Asisten Profesor Mun'im Sirry

Mun'im Sirry menyatakan bahwa orang Kristen adalah kaum beriman menurut Alquran. Argumentasi beliau ini dituang ke dalam artikel yang berjudul "Umat Kristiani Itu Kaum Beriman Bukan Kafir". "Saya sekali lagi ingin menekankan pentingnya dialog dan kerja sama di antara kaum beriman, terutama Kristen dan Muslim," berikut kata-kata Paus Fransiskus yang dikutip oleh Mun'im Sirry dalam artikelnya yang dimuat di Geo Times. "Pantaskah kita, kaum Muslim, masih terus menyebut umat Kristiani sebagai orang kafir?" tanya Mun'im Sirry dalam artikelnya. Sebagian orang non Muslim, khususnya orang Kristen, merasa tersinggung ketika mereka disebut oleh orang-orang Muslim dengan istilah "kafir". Sebagian orang Muslim, khususnya yang ada di organisasi lintas agama saya dulu, juga berpendapat bahwa istilah "kafir" yang dimaksud oleh Alquran tidak ditujukan kepada orang Kristen.

Kaum Yahudi dan Nasrani sering disebut dengan istilah "Ahli Kitab" di dalam Alquran. Ahl al kitab (أهل الكتاب) memiliki arti "orang yang memiliki kitab". Karena kaum Nasrani dan kaum Yahudi sering disebut dalam Alquran sebagai satu entitas yakni Ahli Kitab, kata-kata "Yahudi dan Kristen" saya pilih sebagai judul tulisan ini, tidak hanya "Kristen", walaupun Mun'im Sirry lebih sering membahas hubungan antara Kekristenan dan Islam daripada Yudaisme dan Islam. Meskipun ada ulama yang berpendapat istilah "Ahli Kitab" juga mencakup umat Buddha, Hindu, dan lainnya, semua ulama sepakat bahwa istilah ini sudah pasti merujuk kepada umat Kristen dan Yahudi. Lawan kata dari kafir seharusnya adalah mukmin. Karena Mun'im Sirry menggunakan kata "kaum beriman", maka saya memakai kata "kaum beriman" dalam judul tulisan saya ini. Apa sebenarnya kata Alquran mengenai umat Kristen dan Yahudi ini? Mereka termasuk bagian dari kaum mukmin (beriman) atau kaum kafir?

Berikut adalah ayat Alquran yang menjadi ayat favorit orang-orang macam Mun'im Sirry dan orang-orang yang ada di dalam organisasi lintas agama saya dulu :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS 2 : 62)

Ayat ini sering digunakan oleh para penganut paham pluralisme untuk menunjukkan bahwa umat agama selain Islam juga diterima oleh Allah SWT. Kita tidak boleh sembarangan menafsirkan ayat kitab suci seperti yang dilakukan oleh sejumlah orang yang ada di organisasi lintas agama saya dulu. Syaikh Abdur Rakhman As Sa'di memberikan penafsiran atas QS 2 : 62 sebagai berikut :

"Yang benar ini adalah hukum terhadap orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Shabiin pada zamannya, bukan disandarkan kepada keimanan terhadap Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam, karena ini adalah cerita tentang mereka sebelum diutusnya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam dan celaan terhadap perilaku mereka sebelumnya..."

Jadi konteks dari ayat ini adalah orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Shabiin yang hidup sebelum kemunculan Nabi Muhammad. Orang-orang Muslim meyakini bahwa sebelum Nabi Muhammad diutus sebagai nabi untuk seluruh umat manusia, Allah telah mengutus nabi-nabi dan rasul-rasul untuk kaumnya masing-masing. Bagi orang Kristen sejati, orang Yahudi bukan kaum beriman. Walaupun orang Kristen dan orang Yahudi menyembah tuhan yang sama yaitu YHWH, orang Yahudi menyangkal bahwa Yesus adalah Mesias. Ketika Mesias belum datang, orang-orang Yahudi merupakan kaum beriman. Orang-orang Yahudi yang hidup di masa Yesus dan sesudahnya yang menolak Yesus adalah YHWH yang berinkarnasi menjadi manusia dan juruselamat umat manusia bukan lagi kaum beriman. Bahkan di dalam kitab Talmud mereka disebutkan bahwa Yesus berada di neraka direbus dalam tinja panas (Gittin 57a). Para penganut paham Yudaisme yang menjunjung tinggi kitab Talmud sudah jelas akan binasa menurut Alkitab karena menolak Yesus.

Alquran menyatakan para Ahli Kitab adalah orang-orang fasik :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ هَلْ تَنقِمُونَ مِنَّا إِلاَّ أَنْ آمَنَّا بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَاسِقُونَ

"Katakanlah : ‘Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?" (QS 5 : 59)

Jika golongan Ahli Kitab ini dinyatakan bagian dari kaum mukmin atau kaum beriman, maka muncul pertanyaan baru : "Apa lingkup atau batasan dari kaum beriman?" Orang pagan Quraisy juga beriman kepada Allah walaupun Allah yang mereka yakini memiliki istri dan tiga anak perempuan. Orang ateis pun dapat disebut sebagai "kaum beriman" karena mereka beriman bahwa tidak ada tuhan. Kalau yang dimaksud "kaum beriman" adalah kaum monoteis, Majusi atau Zoroaster juga menyembah satu tuhan dan memiliki kitab suci tetapi tidak dianggap sebagai Ahli Kitab oleh sebagian besar ulama. Jika yang dimaksud "kaum beriman" adalah pemeluk agama Abrahamik, Alquran pun menyatakan bahwa Ahli Kitab yakni Yahudi dan Nasrani mengingkari ayat-ayat Alquran yang disampaikan melalui Nabi Muhammad. Itu memang benar. Orang Yahudi sejati dan orang Kristen sejati tidak akan mengakui Muhammad sebagai nabi dari Tuhan dan menolak Alquran sebagai Firman Tuhan. Maka dari itu, kaum mukmin yang dimaksud Alquran sudah jelas yakni mereka yang percaya bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Alquran juga berkata secara gamblang mengenai nasib para Ahli Kitab :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS 98 : 6)

Kata kafir (كافر) berasal dari akar K-F-R (bahasa-bahasa Semitik awalnya tidak mengenal tanda vokal sehingga pembacaannya bisa bermacam-macam sesuai konteksnya) yang pada mulanya memiliki makna "menutup benih dengan tanah setelah ditanam". Seiring berjalannya waktu K-F-R mengalami pergeseran makna menjadi "menutup kebenaran". Kata "kafir" ini pun kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, kafir memiliki arti yang sempit yaitu orang yang tidak percaya kepada Allah dan rasul-Nya. Orang-orang pagan Quraisy yang menolak risalah yang dibawakan Muhammad tidak pernah mempermasalahkan sebutan "kafir" yang dialamatkan kepada mereka oleh para pengikut Muhammad. Jadi jika Anda tidak percaya bahwa Muhammad adalah nabi terakhir yang diutus untuk seluruh umat manusia dan Alquran adalah Firman Tuhan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril, mengapa Anda tersinggung atau marah disebut "kafir"? Jika Anda tidak ingin lagi disebut "kafir", maka solusinya adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Anda orang Arab bukan, mengerti bahasa Arab tidak, tetapi marah disebut "kafir". Aneh!

Sungguh apa yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku "pembawa damai" ini dengan menjadikan pandangan Mun'im Sirry sebagai rujukan dapat membahayakan akidah kedua agama. Kawan Muslim organisasi saya dulu dari regional Jawa Barat berinisial JA pernah mengatakan Muni'im Sirry seakan mati-matian ingin merusak Islam dari dalam dan beliau disenangi oleh teman-teman Kristen organisasi saya. Bagi Anda yang beragama Islam, bila Anda meragukan apakah orang Yahudi dan Kristen termasuk orang kafir atau tidak apalagi sampai membenarkan keyakinan mereka, maka Anda otomatis sudah menjadi orang kafir. Namun melalui kata-kata saya ini tidak berarti saya setuju orang-orang Muslim bersikap semena-mena terhadap orang-orang Kristen dan Yahudi. Secara teologis, setiap orang sudah seharusnya meyakini bahwa keyakinannya adalah yang paling benar. Secara sosial, kita tetap harus memperlakukan orang yang berbeda keyakinan seperti kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Pak AJ selaku pendiri organisasi dan Pak IP selaku pembina regional Jawa Timur, mereka justru memperlakukan orang-orang Kristen di organisasi lintas agama mereka seperti warga kelas dua.

Bukti chat pernyataan JA mengenai Asisten Profesor Mun'im Sirry

Padahal tidak semua bahkan sebagian besar orang Kristen tidak menganggap kaum Muslim adalah kaum beriman. Tidak semua orang Kristen setuju dengan pernyataan Paus Fransiskus. Jangankan kaum Muslim, kaum Saksi Yehuwa dan kaum Mormon yang menyandang label "Kristen" pun tidak dianggap sesama kaum beriman oleh sebagian besar orang Kristen. Jangan pernah mengorbankan doktrin yang Anda yakini dengan alasan "toleransi"! Dalam ajaran Kristen, jika Anda tidak percaya Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia dan satu-satunya jalan keselamatan, Anda akan binasa. Dalam ajaran Islam, jika Anda tidak percaya Muhammad adalah utusan Allah dan nabi terakhir untuk seluruh umat manusia, Anda akan disiksa di neraka. Jika Anda tidak setuju dengan kedua pandangan ini, silakan Anda mencari agama yang sesuai dengan pandangan Anda. Hidup adalah pilihan dan setiap pilihan ada konsekuensi yang menyertainya. Yang terpenting adalah kerukunan antar umat beragama harus dijaga dan setiap orang diperlakukan secara adil tanpa memandang agamanya.

Gereja Sebagai Komunitas Perdamaian

Selama saya menempuh kuliah di semester 4 dan 5, saya dan beberapa kawan kampus saya ikut semacam KTB bersama Pak AJ, pendiri sebuah komunitas perdamaian lintas agama. Walau mereka menyandang istilah "komunitas", saya lebih suka menyebutnya memakai istilah "organisasi" karena kata ini bersifat lebih umum dan pada faktanya "komunitas" tersebut bersifat sangat sentralistik. Seperti biasa, pembicaraan di dalam KTB selalu seputar Amanat Agung. Namun ada pernyataan menarik dari Pak AJ mengenai gereja yang ingin saya bahas di sini. Beliau pernah berkata : "Kalau Yesus masih ada bersama dengan kita hari ini, dia pasti bakal menyuruh jemaatnya 'keluar, keluar!'" Muncul pertanyaan di benak saya : "Kalau kita semua disuruh keluar dari gereja untuk memberitakan Injil, lantas siapa yang menggembalakan kawanan domba ini? Bukankah tetap perlu ada orang Kristen yang melayani di dalam gereja?" Kawan saya, RY, mengatakan ketidaksetujuannya terhadap beliau. Ia memiliki pemikiran bahwa seseorang yang baru saja percaya kepada Yesus sebaiknya diarahkan untuk masuk ke dalam gereja tetapi gereja mana yang dia masuki itu terserah kepada orang tersebut. Saya setuju dengan pemikirannya ini.

Saat saya berada di semester 5, saya hampir setiap hari Minggu ikut berjualan pakaian bekas di depan Masjid Agung Surabaya bersama kawan-kawan organisasi lintas agama saya. Kami berjualan untuk mendanai acara International Day of Peace dan Student Interfaith Peace Camp. Suatu kali saya menyeletuk bicara ke ketua cabang provinsi Jawa Timur saat itu : "Bang, ini hari Minggu lho. Kita gak ke gereja, Bang? Padahal teman-teman yang Muslim pada shalat lho." Saya bicara seperti itu pada saat itu dengan maksud bercanda, tidak serius. Lalu beliau menjawab : "Bergereja itu bisa di mana saja, Dek." Beberapa bulan kemudian, saya diundang untuk "berjamaah" dengan beliau. Tentu saja saya tertarik karena penasaran. Dalam pertemuan yang kedua atau ketiga, saya agak lupa, pak IP berkata : "Kita mulai sekarang akan mengadakan jamaah tiap minggu karena kawan-kawan Muslim kita mungkin selama ini melihat kita terkesan kurang rohani." Namun saya ikut berjamaah hanya beberapa kali karena seiring berjalannya waktu saya merasa tidak nyaman.

Menurut saya, "gereja" jamaah ini tidak ada bedanya dengan persekutuan. Saya beri tanda kurung karena saya meragukan apakah itu dapat disebut sebagai gereja. Jumlah jemaatnya sedikit dan dapat dilakukan mana saja tetapi biasanya dilakukan di rumah. Kami di sana tidak membaca Alkitab terjemahan LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) melainkan Kitab Suci Taurat dan Kitab Suci Injil. Selesai membaca KST atau KSI, kami akan mencari ayat tentang Allah, ayat tentang Isa (kalau ada), ayat tentang manusia, dan yang terakhir kami disuruh memikirkan komitmen selama seminggu ke depan. Sungguh membosankan! Di dalam jamaah tersebut, Pak IP maupun Pak AJ tetap lebih sering menggunakan nama Isa daripada nama Yesus. Selain itu, Pak AJ dan Pak IP juga menganggap perjamuan kudus bersifat kontekstual. Roti dan anggur dalam perjamuan kudus dapat diganti dengan nasi pecel dan es teh manis dengan alasan kita tinggal di Indonesia sedangkan Yesus dan para muridnya tinggal di daerah Timur Tengah. Sungguh tidak Alkitabiah!

Kitab Suci Taurat dan Kitab Suci Injil

Karena saya merasa tidak nyaman karena beliau berulang kali seperti memaksa saya untuk ikut berjamaah, saya akhirnya berkata terus terang mengapa saya tidak tertarik lagi untuk ikut berjamaah. Jawaban yang saya dapat pun tidak mengenakkan. Pak IP menjawab : "Kalau ibadah yang kamu maksudkan untuk jadi Kristen hydrocephalus, memang, pada umumnya gereja gedung menawarkannya. Tapi gereja organik atau gereja original ya menekankan kepada ketaatan." Mereka minta jamaah dianggap sebagai gereja tetapi mereka sendiri tidak segan-segan menghina gereja lainnya. Mereka merasa jamaah adalah "gereja" yang asli dan menekankan pada ketaatan. Padahal mereka sendiri bikin jamaah didasari rasa takut dianggap kurang rohani oleh teman-teman Muslim, bukan didasari kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan dan saudara-saudara seiman. Menghargai perbedaan yang mereka ajarkan selama ini dalam peace camp (camp pengkaderan organisasi lintas agama milik Pak AJ dan Pak IP) ternyata tidak berlaku terhadap orang Kristen.

Bukti pernyataan Pak IP yang mengatakan gereja gedung menawarkan orang Kristen menjadi Kristen hydrocephalus

Orang Kristen membutuhkan gereja dan jamaah menurut saya bukan gereja. Gereja adalah "kandang domba" Anda entah apapun gereja Anda. Kalau Anda merasa kurang nyaman dengan istilah "kandang domba", dalam perumpamaan lainnya, gereja adalah "benteng" yang melindungi kita dari serangan musuh. Musuh hingga hari ini terus berupaya menghancurkan "benteng-benteng Kristen" bahkan semakin mendekati akhir zaman serangan musuh semakin gencar. Kita bisa melihat sendiri Eropa yang dulu dikenal kental dengan Kekristenan kini sudah banyak "benteng Kristen" di Eropa yang "hancur". Jika kita mengikuti perkataan Pak AJ di atas, apa jadinya Kekristenan? Satu per satu dari orang Kristen akan menghilang dan menjadi sasaran empuk si jahat. Padahal Alkitab memperumpamakan Yesus sebagai gembala yang meninggalkan domba-dombanya di kandang demi mencari domba yang masih hilang untuk dibawa pulang masuk ke dalam kandang. Ini ada domba entah dari mana malah menyuruh kita semua keluar dari kandang!

Saat ini saya sudah dikeluarkan dari organisasi lintas agama dan kontak saya sudah di-block oleh Pak AJ dan Pak IP. Tentu saja pada awalnya saya merasa sedih kehilangan banyak teman karena mengatakan kebenaran secara terang-terangan. Akan tetapi, saya justru merasakan damai sejahtera setelah meninggalkan "gereja" jamaah dan komunitas perdamaian yang penuh kemunafikan. Saat ini saya berjemaat di sebuah gereja kharismatik. Selama hampir dua tahun saya di gereja kharismatik, saya tidak pernah mendengar satu pun kata hinaan terhadap gereja lain yang keluar dari mulut pastur-pastur saya ketika berkhotbah. Saya merasa miris melihat ketua BEM saya yang memutuskan meninggalkan gereja karena termakan omongan manis para pengikut Isa tentang "Amanat Agung". Gereja yang ditinggalkannya adalah gereja di mana saya bertumbuh sekarang ini. Ironis memang. Dulu saya mengeluhkan betapa susahnya mencari mahasiswa Kristen untuk ikut peace camp. Sekarang saya justru bersyukur karena Tuhan ternyata selama ini melindungi saudara-saudara seiman saya dari penyesatan para pengikut Isa.

Berbeda dengan kawan-kawan kita yang beragama Islam, mereka justru dengan cepat membanjiri kuota peace camp dan itu terjadi setiap kali organisasi lintas agama tersebut mengadakan peace camp. Mengapa bisa begitu? Karena sebagian besar dari antara mereka tidak memiliki apa yang disebut sebagai "komunitas". Gereja-gereja sekarang pada umumnya memiliki komunitas yang biasa disebut "kelompok sel". Di gereja saya, mulai dari anak kecil sampai lanjut usia didorong untuk masuk ke dalam komsel. Walaupun ada gereja-gereja yang tidak memiliki kelompok sel, setidaknya mereka masih memiliki persekutuan dan kelompok pelayanan. Masjid bukan sebuah komunitas. Masjid dapat dikatakan seperti tempat pertemuan. Beberapa organisasi Islam kini mulai menaruh perhatian kepada generasi muda sehingga mulai memberikan wadah komunitas di dalam organisasi. Mereka yang sudah aktif di sana cenderung malas ikut komunitas perdamaian karena sudah sibuk dengan segala aktivitas di dalam organisasi. Saya punya kawan Muslim dari Gerakan Pemuda Ansor dan dia tidak pernah terlibat dengan organisasi lintas agama saya. Saya juga punya kawan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang dulu ikut peace camp tetapi tidak mau lanjut di sana dan kemudian memilih aktif di IMM. Saya melihat dua kawan saya ini justru punya pemikiran yang jauh lebih terbuka dibandingkan anak-anak yang masih aktif di organisasi lintas agama yang pernah saya ikuti.

Bersyukurlah Anda yang hingga hari ini masih ada di dalam kehidupan gereja! Anda tidak perlu ikut "komunitas perdamaian" seperti yang pernah saya ikuti untuk belajar nilai-nilai perdamaian. Anda dapat belajar nilai perdamaian setiap hari Minggu di gereja Anda masing-masing. Jumlah nilai perdamaian ada banyak, tidak hanya ada 12 nilai seperti yang diajarkan oleh "komunitas" tersebut. Tidak ada gunanya membicarakan perdamaian, mengajarkan nilai-nilai perdamaian, apalagi sampai bikin camp perdamaian tiga hari dua malam. Perdamaian yang sejati tidak akan pernah terjadi jika nilai-nilai perdamaian tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Di gereja, Anda bisa bercerita kepada pemimpin komsel atau teman komsel Anda tetapi di "komunitas perdamaian" yang pernah saya ikuti, Anda tidak bisa bercerita kepada teman komunitas Anda jika ada masalah. Mereka tidak segan-segan mengadukan omongan Anda ke pimpinan dan mereka akan membela mati-matian pemimpin mereka meskipun sudah jelas-jelas salah. Saya sangat mendukung orang Kristen untuk melakukan penginjilan. Akan tetapi, jangan berpikir untuk meninggalkan gereja dengan alasan mengajak orang lain mengenal Tuhan melainkan ajaklah mereka untuk masuk ke dalam gereja dan ajarlah mereka di dalam gereja sebab gereja Anda adalah komunitas perdamaian Anda karena Yesus sebagai pemimpin komunitas Anda adalah sang Raja Damai.

Mengaku Kristen tapi Menolak Salib

Ketika saya masih menempuh semester 4, saya bersama sejumlah teman kampus saya setiap minggu mengadakan semacam KTB (kelompok tumbuh bersama) dengan Pak AJ yang adalah seorang pendiri sebuah organisasi mahasiswa lintas agama. Salah satu kawan saya yang selalu hadir dalam KTB itu adalah ketua BEM kampus saya yang berinisial CH. Pada suatu kali, dia bercerita tentang pembantu di kosnya yang bertanya-tanya tentang pajangan salib yang tergantung di dinding kosnya yang tentu saja akhirnya mengarah kepada pembicaraan tentang iman Kristen. Selesai dia bercerita, Pak AJ bertanya : "Itu salibnya boleh dicopot gak?" Mendengar pertanyaan beliau tersebut, saya langsung bereaksi menunjukkan ketidaksetujuan saya. Beliau pun langsung menyanggah bahwa penggunaan simbol salib berasal dari Tentara Salib (para Crusader) ketika Perang Salib. Kemudian beliau juga mengatakan yang intinya simbol salib adalah simbol yang sensitif bagi orang Muslim. Saya memilih diam daripada lanjut menyanggah pendapatnya yang nantinya akan menjadi sebuah perdebatan.

Mari kita lihat apakah pendapat beliau benar atau tidak. Mari kita lihat kutipan dari www.nasrani.net dari artikel yang berjudul "Analogical Review on Saint Thomas Cross - The Symbol of Nasranis - Interpretation of the Inscriptions" :

"In the beginning of Christianity cross may have appeared in Christian homes as an object of religious veneration, although there is no such monument of the earliest Christian art has been preserved. This is partly due to the persecution, Christianity had to face in the initial centuries. It appears with archaeological proofs that Fish was another widely used secret symbol of Christianity during those haunted days."

Dari kutipan di atas, kita dapat mengetahui bahwa orang-orang Kristen sedari awal sudah menggunakan simbol salib. Karena simbol salib itulah justru mereka menjadi sasaran penganiayaan dan karena penganiayaan tersebut simbol salib hanya dapat ditemukan di dalam rumah, di tempat yang tidak dapat dilihat banyak orang. Untuk menyembunyikan identitas mereka dan menghindarkan mereka dari penganiayaan, sebagai gantinya orang-orang Kristen mula-mula memakai simbol ikan sebagai simbol rahasia komunitas Kristen. Ikan dalam bahasa Yunani disebut "ichthus" (ιχθυς). ICHTHUS atau ICHTHYS (ΙΧΘΥΣ) oleh orang-orang Kristen mula-mula dijadikan akronim dari Iesous CHristos, THeou Yios, Soter (Yesus Kristus, Anak Tuhan, Juruselamat).

Pernyataan ini dikonfirmasi oleh manuskrip tulisan Marcus Minucius Felix, apologet Kristen orang Berber (bangsa asli Afrika Utara), yang berjudul Octavius. Manuskrip tersebut adalah bukti bahwa salib telah diasosiasikan dengan orang-orang Kristen sejak abad ke-2 Masehi sebagaimana diindikasikan oleh argumen-argumen dari kelompok anti Kristen. Octavius adalah tulisan yang berisi dialog antara seorang pagan bernama Caecilius Natalis dengan seorang Kristen bernama Octavius Januarius. Orang-orang Kristen mulai menggunakan simbol salib secara bebas pada abad ke-4 Masehi setelah Kaisar Konstantinus I memutuskan memeluk agama Kristen bahkan meresmikan Kekristenan sebagai agama negara Roma. Agar lebih meyakinkan, saya tampilkan gambar salib yang ditemukan di salah satu gereja peninggalan Rasul Thomas di India. Prasasti yang terbuat dari granit ini diperkirakan berasal dari abad ke-7 Masehi.

Prasasti dengan gambar salib yang ditemukan di India Selatan

Tulisan dan gambar salib di atas adalah bukti bahwa salib telah menjadi identitas Kristen sejak semula. Penggunaan simbol salib oleh orang-orang Kristen telah ada jauh sebelum Paus Urbanus II mengumumkan perang suci untuk merebut Tanah Suci dari tangan orang-orang Muslim. Salib bukanlah simbol kebencian atau simbol perang. Salib adalah simbol pengorbanan dan cinta kasih Tuhan. Frater John Edward dari Gereja Ortodoks Koptik mengatakan ada tujuh alasan mengapa mereka menggunakan tanda salib :
1. Yesus sendiri dalam ajaran-ajarannya menyatakan salib itu sesuatu yang penting (Ayat rujukan : Matius 10 : 38)
2. Para rasul sudah memberikan contoh kepada para pengikutnya tentang pentingnya salib (Ayat rujukan : Galatia 6 : 14)
3. Salib mengingatkan kita kepada kasih Allah
4. Salib membantu kita memahami tentang keilahian dan kemanusiaan di dalam diri Kristus
5. Kita diingatkan senantiasa bahwa Kristus telah menjadi pengganti kita untuk keselamatan kita
6. Jika kita fokus pada salib Kristus, kita akan dikuatkan dalam menghadapi setan dan menyembuhkan orang yang sakit
7. Salib mengingatkan kita akan janji Tuhan bahwa jika kita mati di dalam Tuhan kita akan diselamatkan

Seiring berjalannya waktu, saya merasa semakin tidak nyaman bahkan saya pernah merasa sebal dengan tingkah laku beberapa anggota Muslim di organisasi lintas agama yang saya ikuti. Bahkan saya juga difitnah sebagai sosok yang anti Islam oleh orang-orang munafik yang mengaku sebagai "agen perdamaian" tersebut. Tatkala saya menceritakan hal ini ke Pak IP (ketua cabang provinsi Jawa Timur saat itu), jawaban yang saya dapat pun mengecewakan. Beliau hanya mengatakan bahwa inilah "salib" yang harus saya pikul. Beliau mengakui sendiri di depan mata saya bahwa beliau memang memperlakukan anggota yang Muslim dengan yang Kristen berat sebelah dan beliau merasa tidak bersalah dengan hal itu. Mereka mengatakan bahwa kita harus memikul salib tetapi mereka sendiri anti dengan simbol salib. Susah memang berhadapan dengan orang macam mereka. Mereka hanya mau menerima apa yang sesuai dengan pemikiran mereka khususnya yang dapat menyenangkan hati kawan-kawan Muslim. Mereka sendiri bersikap cari aman.

Kini saya mengerti mengapa anggota-anggota yang beragama Kristen satu per satu menghilang dari organisasi tersebut. Tidak mengherankan juga jika banyak anak Kristen yang setelah ikut peace camp (bisa dikatakan sebagai camp pengkaderan organisasi) tidak mau lanjut aktif di organisasi itu. Anggota-anggota yang Kristen diperlakukan sebagai anggota kelas dua sedangkan anggota-anggota yang Muslim termasuk mereka yang pemikirannya "keras" diperlakukan secara istimewa. Anggota-anggota yang Kristen dituntut untuk sepemikiran dengan pemikiran Pak AJ dan Pak IP sedangkan anggota-anggota yang Muslim bebas memiliki pandangan yang berbeda satu sama lain. Kita orang Kristen memang harus siap menderita tetapi ini bukan berarti mereka berhak untuk bersikap tidak adil. Apakah mereka tidak pernah membaca 1 Korintus 6 : 9 yang berkata : "Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?"

Siapakah sebenarnya Pak AJ dan Pak IP ini? Keduanya memang sama-sama mengaku orang Kristen. Akan tetapi, mereka lebih sering menyebut diri "pengikut Isa". Mereka kurang suka menyebut nama "Yesus" dan lebih suka menyebut namaNya dengan nama "Isa". Saya menciptakan istilah sendiri untuk kelompok mereka yaitu "Pengikut Isa" atau "Isaist". Kedua orang ini juga adalah dosen. Pak AJ adalah mantan dosen filsafat agama di sebuah kampus Kristen di Surabaya sedangkan Pak IP adalah dosen hukum di sebuah kampus negeri di kota yang sama. Mereka dulu (mungkin sampai sekarang) aktif bergerilya ke kampus-kampus mencari mahasiswa Kristen untuk mereka rekrut dengan dalih "menjalankan Amanat Agung". Meminjam istilah dari salah satu kawan saya yang mendukung mereka, mereka pantas disebut sebagai "duri dalam daging Kekristenan". Kedengarannya terlalu pedas sebutan itu tetapi Alkitab sendiri mengatakan bahwa akan muncul penyesat-penyesat di akhir zaman. Di Matius 18 : 7 tertulis "Celakalah dunia dengan segala penyesatannya : memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya."

Jika Anda mengatakan bahwa saya sedang mencemarkan nama baik seseorang, saya tidak bisa dibilang sedang mencemarkan nama baik karena saya tidak menyebut nama secara lengkap dan menggantinya dengan inisial. Saya juga tidak menyebutkan nama-nama institusi yang bersangkutan. Tulisan ini diperuntukkan bagi Anda yang mengaku percaya Yesus dan memiliki kerinduan untuk menyelamatkan generasi muda Kristen dari penyesat-penyesat yang muncul di akhir zaman. Sebagai penutup, saya punya pesan bagi para pengikut Isa yang alergi dengan simbol salib : Wahai para pengikut Isa, salib adalah jati diri kami sebagai orang Kristen! Kami juga tidak sudi Yesus kami disamakan dengan Isa! Sampai kapanpun salib akan terus menjadi identitas kami sampai kami mati! Kami mati oleh salib Kristus dan hidup oleh salib Kristus! Terpujilah Tuhan Yesus! Amin!